Publication Ethics

PUBLICATION ETHICS

Jurnal Aktivitas Fisik, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olahraga (JAF-PJKO)
E-ISSN: 3163-6519 | P-ISSN: 3163-4184

1. Publication Ethics and Malpractice Statement

Jurnal Aktivitas Fisik, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olahraga (JAF-PJKO) berkomitmen menjaga standar etika, integritas, transparansi, dan kualitas dalam seluruh proses publikasi ilmiah. Kebijakan etika publikasi ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penerbitan, termasuk Editor-in-Chief, Editorial Board, reviewers, authors, dan publisher.

JAF-PJKO berupaya menjalankan praktik editorial dan publikasi berdasarkan prinsip-prinsip etika publikasi ilmiah yang diakui secara internasional, khususnya pedoman Committee on Publication Ethics (COPE), serta prinsip integritas penelitian dan publikasi ilmiah yang berlaku.

Seluruh pihak yang terlibat dalam publikasi JAF-PJKO wajib menjunjung tinggi prinsip kejujuran, objektivitas, transparansi, akuntabilitas, kerahasiaan, keadilan, dan integritas akademik.

JAF-PJKO tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran etika publikasi, termasuk plagiarisme, fabrikasi atau falsifikasi data, publikasi ganda, manipulasi sitasi, kepengarangan yang tidak sah, manipulasi proses peer review, maupun bentuk pelanggaran integritas ilmiah lainnya.


2. Ethical Responsibilities of Editors

2.1. Fairness and Editorial Independence

Editor bertanggung jawab mengevaluasi manuskrip berdasarkan kualitas dan kontribusi ilmiahnya tanpa diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, institusi, kebangsaan, latar belakang sosial, maupun karakteristik pribadi penulis yang tidak relevan dengan kualitas manuskrip.

Keputusan editorial harus didasarkan pada:

  • kesesuaian dengan focus and scope jurnal;

  • orisinalitas dan kebaruan;

  • kualitas metodologi;

  • validitas dan kejelasan hasil;

  • kontribusi teoritis dan/atau praktis;

  • kepatuhan terhadap etika penelitian dan publikasi; serta

  • relevansi manuskrip bagi pembaca JAF-PJKO.

Keputusan penerimaan atau penolakan manuskrip tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan komersial maupun kepentingan pribadi.

2.2. Confidentiality

Editor wajib menjaga kerahasiaan seluruh manuskrip yang dikirimkan.

Informasi mengenai manuskrip hanya dapat diberikan kepada:

  • penulis;

  • reviewer;

  • calon reviewer;

  • anggota editorial yang relevan; dan

  • pihak lain yang secara sah terlibat dalam proses publikasi.

Editor tidak diperkenankan menggunakan data, ide, metode, atau informasi yang belum dipublikasikan dalam manuskrip untuk kepentingan pribadi tanpa izin tertulis dari penulis.

2.3. Conflict of Interest

Editor harus menghindari penanganan manuskrip apabila terdapat konflik kepentingan yang dapat memengaruhi independensi dan objektivitas keputusan.

Konflik kepentingan dapat berupa hubungan:

  • profesional;

  • akademik;

  • finansial;

  • institusional;

  • kolaborasi penelitian; atau

  • hubungan lain yang berpotensi memengaruhi objektivitas.

Apabila terdapat konflik kepentingan, manuskrip harus dialihkan kepada editor lain yang independen.

2.4. Editorial Decision

Editor bertanggung jawab terhadap keputusan akhir mengenai publikasi manuskrip dengan mempertimbangkan hasil peer review, kualitas ilmiah, relevansi, integritas penelitian, dan kepatuhan terhadap kebijakan jurnal.

Rekomendasi reviewer merupakan dasar penting dalam pengambilan keputusan, tetapi keputusan akhir tetap menjadi tanggung jawab editor.

2.5. Handling Ethical Complaints

Editor wajib menindaklanjuti dugaan pelanggaran etika secara adil dan proporsional, termasuk apabila dugaan tersebut muncul setelah artikel diterbitkan.

Editor dapat meminta:

  • klarifikasi dari penulis;

  • data atau dokumen pendukung;

  • bukti persetujuan etik;

  • penjelasan dari reviewer atau pihak terkait; dan

  • informasi lain yang diperlukan untuk melakukan investigasi.

Apabila diperlukan, jurnal dapat menerbitkan koreksi, expression of concern, atau retraction sesuai dengan tingkat dan karakteristik permasalahan.


3. Ethical Responsibilities of Reviewers

3.1. Contribution to Editorial Decisions

Reviewer membantu editor dalam mengevaluasi kualitas ilmiah manuskrip dan membantu penulis meningkatkan kualitas artikelnya melalui komentar yang konstruktif.

Reviewer harus memberikan penilaian berdasarkan:

  • kualitas ilmiah;

  • metodologi;

  • orisinalitas;

  • relevansi;

  • konsistensi hasil;

  • kualitas pembahasan; dan

  • kontribusi penelitian.

3.2. Objectivity

Reviewer harus melakukan penilaian secara objektif, profesional, dan berdasarkan argumentasi ilmiah.

Kritik terhadap manuskrip harus:

  • spesifik;

  • jelas;

  • konstruktif;

  • didukung alasan ilmiah; dan

  • ditujukan pada substansi manuskrip, bukan pribadi penulis.

Serangan pribadi, komentar merendahkan, atau penilaian yang tidak didasarkan pada pertimbangan akademik tidak dapat diterima.

3.3. Confidentiality

Manuskrip yang diterima untuk ditelaah merupakan dokumen rahasia.

Reviewer tidak diperkenankan:

  • menyebarluaskan manuskrip;

  • mendiskusikan manuskrip dengan pihak lain tanpa izin editor;

  • menggunakan data yang belum dipublikasikan;

  • mengambil gagasan penulis untuk kepentingan pribadi; atau

  • membagikan materi manuskrip kepada pihak yang tidak terlibat dalam proses review.

3.4. Conflict of Interest

Reviewer harus menolak penugasan apabila memiliki konflik kepentingan dengan penulis, institusi, sponsor penelitian, atau substansi manuskrip yang dapat memengaruhi objektivitas penilaian.

Apabila reviewer mengetahui adanya konflik kepentingan setelah menerima manuskrip, reviewer harus segera menginformasikannya kepada editor.

3.5. Acknowledgment of Sources

Reviewer diharapkan mengidentifikasi karya ilmiah relevan yang belum dirujuk apabila hal tersebut penting bagi kualitas manuskrip.

Namun, reviewer tidak diperkenankan memaksakan sitasi terhadap karya reviewer sendiri, jurnal tertentu, atau sumber lain yang tidak memiliki relevansi ilmiah dengan manuskrip.

3.6. Timeliness

Reviewer yang menerima tugas penelaahan harus menyelesaikan review sesuai waktu yang ditetapkan.

Apabila reviewer tidak memiliki kompetensi yang sesuai atau tidak dapat menyelesaikan review dalam waktu yang tersedia, reviewer harus segera menginformasikan editor.


4. Ethical Responsibilities of Authors

4.1. Originality

Penulis harus memastikan manuskrip merupakan karya asli dan memberikan kontribusi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apabila menggunakan gagasan, data, gambar, tabel, atau pernyataan dari sumber lain, penulis wajib memberikan atribusi dan sitasi yang sesuai.

4.2. Plagiarism

JAF-PJKO tidak mentoleransi plagiarisme dalam bentuk apa pun.

Plagiarisme dapat mencakup:

  • menyalin teks tanpa sitasi;

  • menggunakan gagasan orang lain tanpa atribusi;

  • mengambil data atau hasil penelitian pihak lain;

  • menggunakan gambar atau tabel tanpa sumber yang sesuai;

  • parafrasa yang terlalu dekat dengan sumber asli tanpa atribusi; dan

  • menggunakan kembali bagian substansial karya sendiri tanpa pengungkapan yang tepat (text recycling/self-plagiarism).

Manuskrip akan melalui pemeriksaan kemiripan sebagai bagian dari proses editorial. Penilaian plagiarisme tidak semata-mata berdasarkan persentase similarity, tetapi juga berdasarkan sumber, konteks, dan karakteristik kemiripan.

4.3. Data Accuracy and Research Integrity

Penulis bertanggung jawab terhadap kebenaran dan integritas data yang dilaporkan.

Penulis dilarang melakukan:

  • fabrikasi data;

  • falsifikasi data;

  • manipulasi hasil penelitian;

  • penghilangan data secara tidak sah;

  • manipulasi gambar yang menyesatkan; atau

  • praktik lain yang dapat menghasilkan interpretasi penelitian yang tidak benar.

Data harus dianalisis dan dilaporkan secara jujur dan transparan.

4.4. Data Availability

Penulis harus menyimpan data penelitian secara bertanggung jawab sesuai ketentuan institusi, etik penelitian, perlindungan privasi, dan peraturan yang berlaku.

Apabila diperlukan untuk proses evaluasi atau investigasi etika, editor dapat meminta penulis memberikan data pendukung sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan kerahasiaan, persetujuan partisipan, atau regulasi perlindungan data.

4.5. Multiple, Redundant, and Concurrent Publication

Penulis tidak diperkenankan mengirimkan manuskrip yang secara substansial sama kepada lebih dari satu jurnal secara bersamaan.

Artikel yang telah dipublikasikan sebelumnya tidak boleh dikirimkan kembali sebagai publikasi baru tanpa dasar yang sah dan pengungkapan yang transparan.

Publikasi hasil penelitian yang sama dalam beberapa artikel harus memiliki pertanyaan penelitian dan kontribusi ilmiah yang jelas serta tidak dilakukan untuk meningkatkan jumlah publikasi secara tidak wajar (salami publication).

4.6. Authorship

Kepengarangan harus diberikan kepada individu yang memberikan kontribusi substantif terhadap penelitian dan manuskrip.

Seluruh penulis harus:

  • memberikan kontribusi yang dapat dipertanggungjawabkan;

  • membaca dan menyetujui versi akhir manuskrip;

  • menyetujui pengiriman manuskrip ke JAF-PJKO; dan

  • bertanggung jawab terhadap integritas karya sesuai kontribusinya.

JAF-PJKO tidak menerima praktik:

  • gift authorship;

  • guest authorship;

  • honorary authorship; atau

  • ghost authorship.

Individu yang memberikan bantuan tetapi tidak memenuhi kriteria kepengarangan dapat disebutkan pada bagian Acknowledgments.

4.7. Changes in Authorship

Perubahan urutan, penambahan, atau penghapusan nama penulis setelah manuskrip dikirimkan harus disertai alasan yang jelas dan persetujuan seluruh penulis.

Editor berhak meminta dokumen pendukung sebelum menyetujui perubahan kepengarangan.

Perubahan kepengarangan setelah artikel diterima atau diterbitkan hanya dapat dilakukan dalam kondisi yang dapat dibenarkan dan mengikuti prosedur editorial yang berlaku.

4.8. Acknowledgment of Sources

Penulis wajib memberikan sitasi terhadap seluruh sumber yang relevan dan digunakan dalam penyusunan manuskrip.

Penulis harus menghindari:

  • referensi yang tidak relevan;

  • manipulasi sitasi;

  • sitasi berlebihan terhadap karya sendiri;

  • sitasi yang dimaksudkan semata-mata untuk meningkatkan metrik tertentu; dan

  • penggunaan referensi yang tidak dapat diverifikasi.

4.9. Conflict of Interest

Penulis wajib mengungkapkan konflik kepentingan yang berpotensi memengaruhi penelitian, analisis, interpretasi, atau publikasi.

Konflik kepentingan dapat bersifat:

  • finansial;

  • institusional;

  • profesional; atau

  • kepentingan lain yang relevan.

Apabila tidak terdapat konflik kepentingan, penulis dapat mencantumkan pernyataan:

“The authors declare that there is no conflict of interest regarding the publication of this article.”

4.10. Funding Disclosure

Seluruh sumber pendanaan yang mendukung penelitian harus dinyatakan secara transparan.

Penulis harus mencantumkan nama lembaga pendanaan dan nomor hibah atau kontrak apabila tersedia.

4.11. Significant Errors After Publication

Apabila penulis menemukan kesalahan substantif dalam artikel setelah diterbitkan, penulis wajib segera menghubungi editor.

Penulis harus bekerja sama dengan jurnal dalam proses:

  • koreksi;

  • corrigendum;

  • erratum;

  • expression of concern; atau

  • retraction,

sesuai dengan sifat dan tingkat kesalahan.


5. Research Ethics Involving Human Participants

Penelitian dalam bidang pendidikan jasmani, aktivitas fisik, kesehatan, fisiologi olahraga, biomekanika, psikologi olahraga, gizi olahraga, fisioterapi, dan sport science sering melibatkan manusia sebagai partisipan.

Penelitian tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip etika penelitian yang berlaku.

Penulis harus memastikan:

  1. hak, keselamatan, martabat, dan kesejahteraan partisipan dilindungi;

  2. partisipasi dilakukan secara sukarela;

  3. informed consent diperoleh apabila diperlukan;

  4. privasi dan kerahasiaan data partisipan dilindungi;

  5. risiko penelitian diminimalkan; dan

  6. persetujuan etik diperoleh dari komite etik yang berwenang apabila penelitian mensyaratkannya.

Apabila penelitian telah memperoleh ethical clearance, manuskrip harus mencantumkan nama komite etik/institusi dan nomor persetujuan etik.

Untuk penelitian yang melibatkan anak atau kelompok rentan, peneliti harus menerapkan perlindungan tambahan dan memperoleh persetujuan yang diperlukan sesuai ketentuan etik yang berlaku.


6. Research Ethics Involving Animals

Penelitian yang menggunakan hewan harus dilakukan berdasarkan prinsip kesejahteraan hewan dan regulasi yang berlaku.

Penulis harus menjelaskan prosedur yang digunakan untuk:

  • meminimalkan rasa sakit dan penderitaan;

  • memastikan penggunaan hewan dapat dibenarkan secara ilmiah;

  • menggunakan jumlah hewan secara proporsional; dan

  • memperoleh persetujuan dari komite etik yang relevan apabila diwajibkan.

Informasi persetujuan etik harus dicantumkan dalam manuskrip apabila relevan.


7. Informed Consent and Participant Privacy

Identitas partisipan harus dilindungi.

Informasi yang dapat mengidentifikasi individu, termasuk foto, video, nama, atau data pribadi lainnya, tidak boleh dipublikasikan tanpa dasar hukum atau persetujuan yang sesuai.

Apabila artikel memuat gambar atau informasi yang memungkinkan identifikasi seseorang, penulis bertanggung jawab memastikan telah memperoleh persetujuan publikasi (consent for publication) apabila diperlukan.


8. Use of Artificial Intelligence and AI-Assisted Technologies

JAF-PJKO mengakui perkembangan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi berbasis AI dalam penelitian dan penulisan ilmiah. Penggunaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan tidak mengurangi akuntabilitas penulis.

8.1. AI Authorship

AI atau perangkat berbasis AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis maupun co-author karena tidak dapat memenuhi tanggung jawab hukum dan akademik kepengarangan.

8.2. Disclosure

Penggunaan AI yang bersifat substantif dalam proses penelitian, analisis, pengolahan data, pembuatan materi visual, atau penyusunan manuskrip harus diungkapkan secara transparan apabila relevan.

8.3. Author Responsibility

Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas:

  • keakuratan informasi;

  • validitas analisis;

  • integritas data;

  • keaslian manuskrip;

  • validitas referensi;

  • potensi bias;

  • pelanggaran hak cipta; dan

  • seluruh isi artikel.

Penulis harus memverifikasi referensi yang dihasilkan atau disarankan oleh sistem AI dan memastikan bahwa sumber tersebut benar-benar ada, akurat, dan relevan.

Penggunaan AI tidak boleh digunakan untuk membuat, memalsukan, atau memanipulasi data penelitian.


9. Plagiarism and Similarity Screening

JAF-PJKO melakukan pemeriksaan kemiripan terhadap manuskrip menggunakan perangkat pemeriksaan similarity yang tersedia bagi pengelola jurnal.

Hasil similarity checking digunakan sebagai alat bantu dalam evaluasi editorial dan bukan satu-satunya dasar untuk menentukan plagiarisme.

Editor akan mempertimbangkan:

  • sumber kemiripan;

  • distribusi kemiripan;

  • penggunaan kutipan;

  • referensi;

  • bagian metode;

  • terminologi standar; dan

  • konteks keseluruhan manuskrip.

Apabila ditemukan indikasi plagiarisme, editor dapat meminta klarifikasi atau revisi, menolak manuskrip, atau melakukan tindakan lain sesuai tingkat pelanggaran.


10. Citation Manipulation

JAF-PJKO melarang praktik manipulasi sitasi yang bertujuan meningkatkan jumlah sitasi penulis, reviewer, editor, jurnal, atau institusi tertentu secara tidak wajar.

Reviewer dan editor tidak diperkenankan memaksa penulis menambahkan referensi yang tidak relevan dengan substansi artikel.

Setiap rekomendasi penambahan referensi harus didasarkan pada kebutuhan ilmiah manuskrip.


11. Peer Review Manipulation

Setiap upaya untuk memanipulasi proses peer review merupakan pelanggaran serius terhadap etika publikasi.

Manipulasi dapat mencakup:

  • identitas reviewer palsu;

  • alamat email reviewer palsu;

  • penyamaran identitas;

  • pengaturan review secara tidak sah;

  • penggunaan pihak ketiga untuk memengaruhi hasil review; atau

  • tindakan lain yang mengganggu independensi proses peer review.

Apabila ditemukan indikasi manipulasi, jurnal berhak menghentikan proses editorial dan melakukan investigasi.


12. Corrections, Retractions, and Expressions of Concern

JAF-PJKO bertanggung jawab menjaga integritas rekam ilmiah (scholarly record).

12.1. Corrections

Koreksi dapat diterbitkan apabila ditemukan kesalahan yang tidak membatalkan keseluruhan validitas artikel tetapi perlu diperbaiki agar informasi ilmiah tetap akurat.

12.2. Retraction

Artikel dapat dipertimbangkan untuk ditarik kembali (retracted) apabila ditemukan bukti yang kuat mengenai:

  • fabrikasi atau falsifikasi data;

  • plagiarisme serius;

  • publikasi ganda yang tidak sah;

  • penelitian tidak etis;

  • manipulasi peer review;

  • hasil yang tidak dapat dipercaya akibat kesalahan atau pelanggaran serius; atau

  • pelanggaran etika lain yang secara substansial memengaruhi integritas artikel.

Artikel yang ditarik tidak dihapus begitu saja dari rekam publikasi. Status retraction harus dinyatakan secara transparan sesuai kebijakan jurnal dan praktik publikasi ilmiah yang berlaku.

12.3. Expression of Concern

Jurnal dapat menerbitkan Expression of Concern apabila terdapat dugaan serius mengenai integritas artikel tetapi investigasi belum menghasilkan kesimpulan yang memadai.


13. Complaints and Appeals

Penulis dapat mengajukan keberatan terhadap keputusan editorial apabila memiliki dasar ilmiah atau prosedural yang jelas.

Keberatan harus disampaikan secara profesional dan disertai argumentasi yang relevan.

Editor akan mengevaluasi keberatan berdasarkan:

  • catatan proses editorial;

  • komentar reviewer;

  • tanggapan penulis; dan

  • kebijakan jurnal.

Pengajuan banding tidak menjamin perubahan keputusan editorial.

Keluhan terkait etika publikasi akan ditangani secara objektif dan sedapat mungkin oleh pihak yang tidak memiliki konflik kepentingan terhadap kasus tersebut.


14. Post-Publication Discussions

JAF-PJKO menerima komunikasi akademik yang bertanggung jawab mengenai artikel yang telah diterbitkan.

Apabila terdapat kekhawatiran mengenai keakuratan data, metode, etika penelitian, kepengarangan, atau aspek integritas lainnya, pembaca dapat menyampaikan informasi tersebut kepada editorial jurnal untuk ditinjau.

Setiap laporan akan dievaluasi berdasarkan bukti yang tersedia dan prinsip keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.


15. Publisher Responsibilities

Penerbit JAF-PJKO berkomitmen mendukung independensi editorial dan menjaga keberlanjutan publikasi jurnal.

Penerbit tidak boleh memengaruhi keputusan editorial berdasarkan kepentingan komersial.

Penerbit bersama Editorial Board bertanggung jawab mendukung:

  • integritas proses publikasi;

  • keberlanjutan dan preservasi publikasi;

  • transparansi kebijakan jurnal;

  • pengelolaan konflik kepentingan;

  • penanganan dugaan pelanggaran etika; dan

  • penerapan standar publikasi ilmiah yang bertanggung jawab.


16. Ethical Misconduct Investigation

Apabila terdapat dugaan pelanggaran etika, JAF-PJKO akan melakukan evaluasi berdasarkan sifat dan tingkat pelanggaran.

Prosedur dapat meliputi:

Identification of Concern → Preliminary Assessment → Request for Clarification → Evaluation of Evidence → Editorial Decision → Corrective Action → Documentation

Tindakan yang dapat dilakukan meliputi:

  • meminta klarifikasi;

  • meminta perbaikan manuskrip;

  • menghentikan proses review;

  • menolak manuskrip;

  • menerbitkan koreksi;

  • menerbitkan Expression of Concern;

  • melakukan retraction; atau

  • menghubungi institusi terkait apabila diperlukan dan dapat dibenarkan.

Setiap tindakan harus dilakukan secara proporsional, objektif, terdokumentasi, dan memberikan kesempatan yang wajar kepada pihak terkait untuk memberikan penjelasan.


17. Commitment to Publication Integrity

Jurnal Aktivitas Fisik, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olahraga (JAF-PJKO) berkomitmen membangun ekosistem publikasi ilmiah yang transparan, adil, independen, akuntabel, dan berintegritas.

Editor, reviewer, penulis, dan penerbit memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap artikel yang diterbitkan memenuhi standar ilmiah dan etika yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kebijakan Publication Ethics ini menjadi bagian dari komitmen JAF-PJKO dalam meningkatkan kualitas publikasi dan menjaga kepercayaan komunitas akademik terhadap hasil penelitian di bidang aktivitas fisik, pendidikan jasmani, kesehatan, dan olahraga.